Recent Post

Jumat, 21 September 2012

Aksi protes film anti-Islam berlanjut

Pasukan keamanan di sejumlah negara Muslim bersiap untuk menghadapi aksi protes menentang film anti-Islam yang dibuat di AS.

Di Pakistan, pemerintah mengumumkan hari libur nasional agar warga bisa berdemo dengan damai.

Pemerintah Pakistan menyatakan Jumat (21/09) sebagai hari cinta untuk Nabi dan mendesak warga untuk berdemo secara damai.

Semua partai politik besar dan organisasi keagamaan telah mengumumkan akan kembali ke jalan, bersama kelompok transportasi dan perdagangan.

Aksi ini diperkirakan akan semakin membesar seiring dengan pelaksanaan ibadah shalat Jumat.

Menteri Luar Negeri Hina Rabbani Khar kepada kantor berita AP mengatakan hari libur nasional ditujukan untuk memotivasi warga berdemo dengan damai dan tidak mengijinkan ekstrimis mengubah protes menjadi sebuah pertunjukan kemarahan terhadap AS.

Kami yakin ini akan mengurangi kekerasan, katanya, tetapi menambahkan: Selalu ada elemen yang akan mencoba untuk mengambil keuntungan dari situasi ini.

Wartawan BBC melaporkan toko-toko, pasar dan SPBU akan tutup dan transportasi umum juga kemungkinan akan terganggu.

Washington sebelumnya telah membuat iklan di TV Pakistan yang menayangkan Presiden Obama mengutuk film Innocence of Muslims.

Sejauh ini aksi menentang film yang dianggap menghina Nabi Muhammad ini telah menimbulkan sejumlah korban jiwa di beberapa negara.

Karikatur Nabi











Sentimen anti-Barat diperuncing oleh karikatur Nabi yang dimuat Charlie Hebdo.

Aksi sentimen anti-Barat juga semakin meningkat setelah karikatur Nabi Muhammad diterbitkan sebuah majalah Prancis.

Prancis dalam pernyataan resmi menyatakan telah menutup kantor kedutaan mereka di sekitar 20 negara Muslim pada Jumat (21/09) setelah majalah Charlie Hebdo menerbitkan kartun Nabi Muhammad, termasuk dua gambar yang menunjukkannya tengah telanjang.

Para pemimpin Muslim Prancis mengecam majalah tersebut dan mengatakan sebuah permintaan agar umat tenang akan dibacakan di masjid-masjid Prancis.

Di Tunisia - tempat bekas kekuasaan kolonial Prancis berada - pemerintah melarang aksi protes di hari Jumat.

Ajakan untuk memprotes karikatur Nabi di Tunisia kini marak di sosial media dan Menteri Dalam Negeri Ali Larayedh mengindikasikan ada sejumlah kelompok yang berencana melakukan kekerasan saat aksi protes berlangsung usai shalat Jumat.

Kekhawatiran aksi kekerasan dalam demonstrasi juga berlangsung di Benghazi, Libia setelah kelompok oposisi mengatakan mereka akan turun ke jalan.

Salah satu kelompok berencana mengecam ekstrimis dan mendesak pembubaran milisi, menyusul serangan di konsulat AS di kota ini pada 11 September lalu yang menewaskan duta besar AS.

Selama sepekan penuh, warga Benghazi meletakkan karangan bunga dan plakat mengutuk serangan di kedutaan AS.

Sementara, Ansar al-Sharia, milis jihad menyalahkan sejumlah warga lokal atas serangan tersebut dan meminta pendemo untuk membela Nabi Muhammad.

Dua aksi ini akan berlangsung di waktu bersamaan.

Sembunyi

 

 

 

 

Nakoula Basseley Nakoula, produser film Innocence of Muslims kini dalam persembunyian.

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, aksi massa direncanakan berlangsung di kedutaan Prancis dan AS.

Sementara di Indonesia aksi massa juga masih akan berdemo di depan kedutaan AS di Jakarta meski tempat itu dinyatakan diliburkan.

Di Kairo, tempat dimana aksi protes film dimulai, pasukan keamanan Mesir berpatroli di jalan-jalan sekitar kedutaan AS.

Radikal Islamis dalam beberapa hari ini terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan, meski Presiden Mohammed Morsi dari Ikhwanul Muslimin menghindari terlibat dalam aksi protes dengan hanya mengecam film dan meminta aksi demo yang damai.

Film amatir yang menimbulkan kontrovesi ini dibuat di AS dan disebut-sebut menghina Nabi Muhammad.

Lokasi pasti pengambilan gambar film ini masih belum jelas dan seorang produser film Nakoula Basseley Nakoula, yang diduga sebagai pembuat film, kini tengah bersembunyi.

Sentimen anti-AS meningkat setelah cuplikan film dalam bahasa Arab dirilis di situs YouTube awal bulan ini.

 

Sumber : http://news.detik.com/

0 komentar:

Posting Komentar